Hewan ternak didomestikasikan ketika perkembangbiakan dan kehidupan
mereka dikendalikan oleh manusia. Sepanjang waktu berlalu, perilaku hewan,
siklus hidup serta fisiologinya telah berubah secara signifikan. Saat ini
begitu banyak hewan ternak yang tidak mampu hidup di alam liar. Anjing
didomestikasikan di Asia Timur 15000 tahun yang lalu. Kambing dan domba
didomestikan di Asia 8000 tahun yang lalu. Babi didomestikasikan 7000 tahun
yang lalu di Timur Tengah dan China.
Praktik pemeliharaan hewan ternak amat bervariasi di berbagai
tempat di dunia, dan bervariasi pula antara jenis hewan. Hewan ternak umumnya
dipelihara di dalam kandang dan diberi makan atau diberikan akses menuju
makanan (digembalakan). Beberapa tidak mengkandangkan hewannya atau membiarkan
hewan memilih kapan akan masuk kandang (jelajah bebas). Pemeiharaan hewan
ternak dalam sejarah merupakah bagian dari kehidupan kaum nomaden yang
berpindah-pindah mengikuti musim. Beberapa kaum di Asia Tengah dan Afrika Utara
masih hidup sebagai kaum nomaden bersama hewan ternaknya.
Kandang hewan memiliki bentuk dan jenis yang bervariasi,
mulai dari pagar tertutup tanpa atap, hingga bangunan bertingkat dengan atap
dan memiliki mekanisme pengaturan temperatur dan kelembaban (lihat lingkungan
dan bangunan pertanian). Kandang umumnya hanya digunakan sebagai tempat hewan
ternak untuk tidur dan diberi makan; jenis kandang lain diperuntukan khusus
untuk perkawinan hewan dan pemeliharaan anakan hewan.
Hewan yang dipelihara di dalam kandang umumnya bersifat
intensif jika pemeliharaan di luar ruangan tidak dianggap menguntungkan karena
membutuhkan lahan yang luas. Namun pemeliharaan di dalam kandang bersifa
kontroversial karena menghasilkan berbagai masalah seperti bau, penanganan
limbah, persebaran penyakit hewan, dan kesejahteraan hewan (lihat peternakan
pabrik).
Hewan ternak dapat dipantau dengan berbagai cara seperti
penggunaan label (dicat di atas kulit hewan atau digantung di telinga) atau
dengan cara yang modern seperti penggunaan RFID yang ditanam di bawah kulit.
Implan microchip juga dapat ditanam di dalam tubuh hewan ternak untuk memantau
kondisi hewan seperti perubahan komposisi darah, denyut jantung, temperatur
tubuh, dan sebagainya sehingga dapat menjadi pengingat jika hewan ternak
menunjukan gejala sakit.
Penggunaan hormon pertumbuhan untuk meningkatkan laju
pertumbuhan hewan ternak juga dilakukan, namun dibatasi karena dapat mengganggu
kesehatan hewan dan kualitas produk hewan yang dihasilkan. Bahan kimia lain
yang digunakan pada peternakan adalah vaksin dan multivitamin untuk menjaga
kesehatan hewan, dan pestisida untuk mencegah keberadaan serangga di dalam
kandang. Metode ini umumnya dilakukan di dalam peternakan pabrik karena secara
alami hewan ternak tidak mampu membersihkan diri di dalam kandang yang sempit.






0 komentar:
Posting Komentar